Karena rumah yang sudah ada belum bisa menampung,
maka adanya rumah maya adalah sebuah keniscayaan.

Bukan bermaksud menyatukan sebelum bersatu,
hanya berharap kelak bersatu pada waktunya.

Dalam keberpihakan, ada setitik hasrat berkuasa.
Dalam kesetiaan, ada sejenak gairah berseteru.
Dalam kesempurnaan, ada seonggok naluri bernista.
Namun, dalam ketiadaan ada secercah harapan bersama.